Updates

 


Konsinyasi Pembahasan Kerja Sama Multilateral Sektor Energi, 26 Juli 2018

Konsinyasi Pembahasan Kerja Sama Multilateral Sektor Energi

                LOMBOK – Pada tanggal 26 Juli 2018, Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan Konsinyasi Pembahasan Kerja Sama Multilateral Sektor Energi. Rapat dipimpin oleh Staf Ahli Menteri (SAM) Bidang Perencanaan Strategis Kementerian ESDM dan dihadiri oleh perwakilan unit – unit Eselon II terkait di Lingkungan Kementerian ESDM, Kemenko Perekonomian, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Keuangan.

                Pertemuan tersebut membahas hal – hal penting seputar energi, antara lain: Peer Review dari Fossil Fuel Subsidy Reform (kebijakan pencabutan subsidi bahan bakar fosil) bersama pihak Italia, pembahasan mengenai isu kelapa sawit c.q. biofuel, energi baru terbarukan (EBT), serta transparansi data energi.


Rapat Koordinasi Panitia Nasional Penyelenggaraan Annual Meeting IMF – World Bank 2018, tanggal 4 Juni 2018

Rapat Koordinasi Panitia Nasional Penyelenggaraan Annual Meeting IMF – World Bank 2018

                JAKARTA – Pada tanggal 4 Juni 2018, Kementerian Keuangan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Panitia Nasional Penyelenggaraan Annual Meeting IMF – World Bank 2018, di Gedung Kementerian Keuangan. Rapat dipimpin oleh Menteri Koordinator Kemaritiman selaku Ketua Panitia Nasional Penyelenggaraan dengan didampingi oleh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia (BI).

                Rapat koordinasi tersebut membahas mengenai progress persiapan dari 4 bidang: (1) Penyelenggaraan Acara; (2) Komunikasi dan Media; (3) Parallel Events dan Side Events; serta (4) Pengamanan.


Rapat Koordinasi Hasil Pertemuan Sherpa G20 Ke-2, 24 Mei 2018

Rapat Koordinasi Hasil Pertemuan Sherpa G20 Ke-2

                JAKARTA – Pada 24 Mei 2018, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI menyelenggarakan Rapat Koordinasi Hasil Pertemuan Sherpa G20 Ke-2, di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan dari focal point G20 WG yang terdiri dari perwakilan Kementerian Luar Negeri; Kementerian Keuangan; Kementerian Komunikasi dan Informasi; Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi; Kementerian Pendidikan, dan Kebudayaan; Kementerian Ketenagakerjaan; Kementerian Kesehatan; Kementerian ESDM, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan; Komisi Pemberantasan Korupsi; Kementerian Pariwisata; Badan Koordinasi Penanaman Modal; Kementerian Pertanian, Bank Indonesia, serta Sekretariat Kabinet RI.

   

                Rapat koordinasi tersebut bertujuan untuk memberikan updates kepada focal point WG terkait hasil pertemuan Sherpa G20 Ke-2 pada tanggal 2-4 Mei 2018 di Ushuaia, Argentina serta pembahasan tindak lanjut terkait kepentingan Indonesia pada G20 di tahun ini. Isu – isu penting yang kemudian dibahas dalam rapat koordinasi ini terkait dengan isu MIKTA, inisiatif G20 IDEA Hub, Fossil Fuel Subsidy Reform, G20 Leaders Declaration, serta Antimicrobial Resistance (AMR).

 



Pertemuan Sherpa G20 ke-2, Presidensi Argentina 2-4 Mei 2018, Ushuaia

Pertemuan Sherpa G20 ke-2 pada Presidensi Argentina 2018 dilaksanakan pada tanggal 2-4 Mei 2018 di Ushuaia, Argentina. Delegasi Republik Indonesia (Delri) dipimpin oleh Deputi Menko Perekonomian Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional, selaku Sherpa G20 Indonesia, didampingi oleh Direktur Pembangunan, Ekonomi dan Lingkungan Hidup (PELH) Kementerian Luar Negeri dan Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Multilateral dan Pembiayaan Kemenko Perekonomian, serta unsur Kemenko Perekonomian dan Kemenlu. Pertemuan dihadiri seluruh anggota G20; negara undangan yaitu Singapura, Chile sebagai Ketua APEC, Jamaica sebagai Ketua CARICOM; Senegal sebagai Ketua NEPAD serta perwakilan  IMF, OECD, PBB, ILO, WHO, IDB dan CAF (Bank Pembangunan Amerika Latin).

Pertemuan Sherpa ditujukan untuk memberikan updates terkait hasil pertemuan pertama Working Groups (WG) dan melakukan identifikasi awal atas elemen-elemen Final Communique (Komunike).  Adapun dalam pertemuan tersebut terdiri dari berbagai sesi, antara lain Sesi 1 : World Economy and Overview of Finance Track ; Sesi 2 : Engagement Groups (EGs) Presentations; Sesi 3 : Employment, Education and Digital Economy; Sesi 4 : Sustainable Developments; Sesi 5 : Anti Corruption; Sesi 6 : Health; Sesi 7 : Energy Transition; Sesi 8 : Climate Sustainability; Sesi 9 : Trade and Investment; Sesi 10 : Agriculture. Di sela-sela pertemuan Sherpa G20 ke-2 ini, Delri juga telah mengikuti/mengadakan beberapa pertemuan sela, yakni pertemuan EMEs, pertemuan MIKTA, dan bilateral dengan Delegasi Australia serta Delegasi Argentina.

Terdapat beberapa konsensus pada pertemuan kali ini, antara lain : 1) pentingnya koordinasi seluruh workstreams terkait isu-isu cross-cutting; 2) pentingnya kolaborasi dengan IOs untuk mendapatkan expertise dan menghindari duplikasi; 3) final communique untuk dapat mempertimbangkan communique dan outcome Presidensi sebelumnya agar menghindari reinventing the wheel; 4) pentingnya integrasi isu kesetaraan jender dalam seluruh pembahasan isu di G20; 5) agar final communique berisi pesan politis yang kuat (bukan technicalities) untuk mengakomodasi harapan Presidensi atas communique yang singkat, substantif dan mudah dimengerti.

Beberapa isu yang diperkirakan akan terus menjadi perdebatan hingga KTT : 1) sikap AS terkait reservasi rujukan MTS dan WTO sebagai pusat aturan perdagangan, penolakan rujukan climate change dan Paris Agreement dalam communique, penolakan PTM Perdagangan G20; 2) perdebatan negara maju dan Tiongkok terkait komitmen dan data sharing dalam GFSEC; 3) posisi EU untuk mengintegrasikan action plan penghapusan subsidi bahan bakar fosil dalam communique; serta 4) posisi negara OECD untuk mengintegrasikan aksesi konvensi OECD terkait foreign bribery.


Pertemuan Courtesy Call Delegasi Y20 Indonesia Kepada Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional / Sherpa G20 Indonesia, tanggal 6 April 2018

Courtesy Call Delegasi Y20 Indonesia Kepada Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional / Sherpa G20 Indonesia

Pada pertemuan ini membahas  informasi terkait perkembangan Y20 Summit 2018 dan pembekalan substantif oleh Sherpa G20 Indonesia, serta penyelarasan beberapa isu / posisi yang dianggap penting untuk diketahui oleh delegasi Indonesia secara khusus dan anggota IYD secara umum.

 


Pertemuan Pembahasan G20 Education Working Group (EdWG), tanggal 3 April 2018

Rapat Pembahasan Pertemuan G20 Education Working Group (EdWG), tanggal 3 April 2018, di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan    

 

Rapat Pembahasan G20 EdWG ini dilakukan bersama dengan perwakilan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) pada tanggal 3 April 2018 di kantor Kemdikbud. Rapat yang dipimpin oleh Ibu Suharti, Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri, membahas beberapa isu pendidikan seperti vokasi, paud, dan lain-lain.


Pertemuan Pembahasan Isu-Isu G20 Presidensi Argentina dengan Civil 20 (C20) Indonesia, tanggal 29 Maret 2018

Rapat Pembahasan Isu-Isu G20 Presidensi Argentina dengan Civil 20 (C20) Indonesia, tanggal 29 Maret 2018, di Kantor PWYP Indonesia  

  

Pertemuan ini membahas sejumlah usulan disampaikan oleh C20 Indonesia kepada Pemerintah untuk diangkat dalam forum G20 dan way forward C20.


Pertemuan Pembahasan Isu-Isu G20 Presidensi Argentina dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tanggal 26 Maret 2018

 

Rapat Pembahasan Isu-Isu G20 Presidensi Argentina dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), tanggal 26 Maret 2018, di KLHK  

   

Rapat  Pembahasan Isu-Isu G20 Presidensi Argentina ini dipimpin oleh Ibu Emma dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Pertemuan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Keasdepan Pelestarian Lingkungan Hidup dan Kementerian ESDM.

Beberapa hal yang dibahas dalam rapat ini, diantaranya (i) Isu-isu yang menjadi prioritas G20 Presidensi Argentina, (ii) Prioritas Indonesia yang diangkat pada G20 Presidensi Argentina 2018, dan (iii) agenda pertemuan G20 CSWG tahun ini.

 


Pertemuan Rapat Bersama Sherpa G20 Argentina, 8 Maret 2018

Rapat Bersama Sherpa G20 Argentina

 

 

      JAKARTA – Sherpa G20 Argentina, Duta Besar Pedro Villagra Delgado, telah berkunjung ke Jakarta pada tanggal 7 Maret 2018 dalam rangka menjaring masukan dari stakeholders terkait di Indonesia mengenai isu yang menjadi kepentingan Pemerintah Republik Indonesia untuk diangkat ke forum G20.

 

 

     Dalam kunjungan singkat tersebut, ia telah bertemu dengan sejumlah menteri yakni Menteri Komunikasi dan Informatika, Menteri Luar Negeri, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), serta Dirjen Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Untuk menjaring masukan dari ASEAN, Sherpa Argentina juga telah bertemu dengan Deputy Secretary General of ASEAN for Socio Cultural Affairs. Selain itu, Sherpa Argentina juga berkesempatan untuk berdiskusi dengan seluruh kementerian/lembaga yang terlibat sebagai focal point G20 working groups.

 

 

     Pada kesempatan ini, Sherpa Argentina didampingi oleh Sherpa G20 Indonesia, Rizal Affandi Lukman, Duta Besar Argentina untuk Indonesia Ricardo Bocalandro, dan tim Sherpa Indonesia yang terdiri dari perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Luar Negeri.

 


Pertemuan Persiapan G20 FMCBG Meeting, 6 Maret 2018

Rapat Koordinasi Persiapan G20 Finance Ministers and Central Bank Governors (FMCBG) Meeting

 

     JAKARTA – Pada 6 Maret 2018, Kementerian Keuangan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Persiapan G20 Finance Ministers and Central Bank Governors (FCBG) Meeting. Rapat ini dipimpin oleh Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Makro Ekonomi dan Keuangan Internasional selaku Deputi Keuangan G20 dan dihadiri oleh perwakilan dari Kemenko Perekonomian, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Bank Indonesia (BI).

     Rapat koordinasi tersebut membahas isu-isu penting yang akan diangkat dalam pertemuan tersebut, antara lain global economy and framework, future of work, infrastructure, international tax, international financial architecture, financial regulation, counter terrorism financing, crypto assets, dan eminent person group.


Pertemuan Persiapan HWG G20 Ke-1, 2 Maret 2018

Rapat Persiapan Pertemuan G20 Health Working Group (HWG) Ke-1

    JAKARTA – Rapat tersebut dipimpin oleh Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Selain dihadiri oleh perwakilan dari Kemenko Perekonomian, rapat juga dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) serta unit kerja terkait di Kementerian Kesehatan.

      Pada pertemuan HWG ke-1, Kemenkes selaku focal point untuk G20 HWG akan menyampaikan intervensi pemerintah terkait dua hal penting, yakni Antimicrobial Resistance (AMR) dan Overweight and Obesity in Childhood.


Pertemuan Persiapan ACWG G20, 21 Februari 2018

     JAKARTA – Dalam pertemuan dengan KPK untuk mempersiapkan ACWG ke-1 pada tanggal 21 Februari 2018, KPK menyampaikan action plan Indonesia, antara lain beneficial ownership, foreign bribery, dan private sector transparency. Isu-isu tersebut merupakan isu-isu yang dirasa dapat dibawa oleh Indonesia dalam pertemuan ACWG ke-1, pada tanggal 28 Februari – 1 Maret 2018 di Buenos Aires. KPK kemudian secara khusus meminta pertemuan lanjutan dengan Kemenko pada bulan Oktober/November untuk kembali mempersiapkan pertemuan ACWG ke-3 dengan melibatkan focal point dan K/L lain yang bersangkutan. 

     Selain pembahasan mekanisme persiapan pertemuan ACWG ke-1, pertemuan dengan KPK tersebut juga membahas praktik korupsi yang semakin tinggi. Secara khusus, KPK meminta bantuan Kemenko yaitu Keasdepan Kerja Sama Ekonomi Multilateral dan Pembiayaan, untuk mendukung pembentukan panitia Pembukaan Asian Games 2018. Ajang bergengsi tersebut dirasa akan rawan korupsi sehingga dibutuhkan panitia khusus untuk memeriksa penyelenggaraan acara tersebut. Usulan tersebut kemudian ditanggapi secara positif oleh Kemenko.      


Pertemuan Persiapan ETWG G20 Ke-1, 8 Februari 2018

Konsinyasi “Penyiapan Kertas Posisi Sektor Energi pada Energy Transitions Working Group (ETWG) G20 Ke-1” 

 

     BANDUNG - Konsinyasi “Penyiapan Kertas Posisi Sektor Energi pada Energy Transitions Working Group (ETWG) G20 Ke-1” yang dilaksanakan oleh Kementerian ESDM dihadiri oleh perwakilan dari unit – unit Eselon II terkait di Lingkungan Kementerian ESDM, Kemenko Perekonomian, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Keuangan, di Bandung, 8 Februari 2018.

     Dalam pertemuan tersebut, Kementerian ESDM menyampaikan bahwa Pemerintah Republik Indonesia (Pemri) dan Pemerintah Italia sedang melakukan peer review  kebijakan pencabutan subsidi bahan bakar fosil (FFSR). Rancangan laporan dari Pemri telah selesai disusun dan tinggal menunggu rancangan laporan dari pihak Italia. Selain itu, Kementerian ESDM juga menyampaikan keinginan untuk mengangkat isu sawit c.q. biofuel pada pertemuan ETWG mendatang. Hal ini mengingat bahwa Pemerintah Argentina juga mendukung adanya pengakuan internasional terhadap kelapa sawit sebagai salah satu sumber energi terbarukan.

     Dr. Rizal Edwin, Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Multilateral dan Pembiayaan, saat itu menyampaikan apresiasi terhadap langkah Kementerian ESDM dalam menyiapkan substansi dan partisipasi pada pertemuan G20 ETWG tahun ini. Beliau juga menyarankan perlunya Kementerian ESDM untuk memiliki champion area/agenda dimana Pemri dapat memainkan peranan yang lebih menonjol, misalnya isu subsidi bahan bakar fosil maupun EBT.

     Terkait usulan akan diangkatnya isu sawit, beliau menilai bahwa diperlukan framing yang lebih luas, koordinasi dengan K/L lain dan kontinuitas Delri dalam mengusung gagasan agenda tersebut agar usulan yang disampaikan dapat diterima oleh negara lain. Usulan ini dinilai akan dapat diterima oleh negara lain karena dapat membantu negara G20 untuk mencapai komitmen implementasi SDGs.


Pertemuan Persiapan Digital Economy Task Force, 2 Februari 2018

Rapat Persiapan Digital Economy Task Force ke - 1

 


Pertemuan Sherpa G20 ke-1, 14-16 Desember 2017

Indonesia angkat agenda Pertanian, Digital, dan Inclusive Business

 

    Presidensi Argentina telah mengadakan pertemuan Sherpa G20 yang pertama di Bariloche, Argentina pada tanggal 14-16 Desember 2017. Pertemuan tersebut dibuka oleh Menlu Argentina, Jorge Faurie, yang menyampaikan tema dan prioritas utama G20 dibawah Presidensi Argentina.

     Presidensi Argentina mengangkat tema “Building Consensus for Fair and Sustainable Development” serta akan mengusung tiga prioritas utama yaitu (i) future of work, (ii) infrastructure for development, dan (iii) food production in global value chain. Selain itu, Presidensi Argentina juga akan secara aktif menyuarakan kepentingan negara berkembang dan mengupayakan hasil G20 yang konkret dan berdampak langsung bagi masyarakat.

    Indonesia menyambut baik dan mendukung tema serta prioritas utama Presidensi Argentina tersebut. Dalam beberapa intervensinya, Sherpa G20 Indonesia, Dr. Rizal Lukman, menyampaikan bahwa secara umum prioritas Argentina selaras dengan kepentingan nasional Indonesia. Secara khusus, Sherpa Indonesia mengangkat pentingnya G20 untuk memfasilitasi UMKM di sektor pertanian agar dapat terintegrasi dengan Global Value Chains (GVCs).

    Selain itu, juga ditekankan mengenai peran teknologi digital dalam upaya pemerataan ekonomi dan peningkatan pendapatan masyarakat. Untuk itu, G20 perlu mendorong kerja sama pelatihan dan pendidikan vokasi agar masyarakat dapat meningkatkan kemampuan serta literasi digital dan pada gilirannya dapat memanfaatkan transformasi teknologi secara positif.

    Di sesi yang membahas agenda Pembangunan, Sherpa G20 Indonesia menekankan bahwa rencana Presidensi untuk mengangkat aspek inclusive business perlu melibatkan seluruh sektor, termasuk B20 yang berisi para pelaku usaha dari negara anggota G20. Indonesia mengharapkan agar B20 juga dapat memberikan rekomendasi praktis dalam upaya menciptakan aktivitas bisnis yang inklusif.

     Pertemuan Sherpa G20 ke-1 ini terdiri dari 6 (enam) sesi: (i) world economy and overview of finance track; (ii) employment, education and digital economy; (iii) energy and climate change; (iv) agriculture, trade and investment; (v) development; dan (vi) anti corruption, health. Terkait rencana kegiatan selanjutnya, Presidensi menyampaikan bahwa pertemuan Sherpa ke-2 akan dilaksanakan pada tanggal 2-4 Mei 2018, di Ushuaia, Argentina. Adapun PTM yang akan dilaksanakan mencakup PTM Ekonomi Digital, PTM Pertanian, PTM Ketenagakerjaan, PTM Pendidikan, PTM Energi, PTM Kesehatan, PTM Perdagangan, dan PTM Luar Negeri. (5/VII).


Pertemuan Sherpa 5 di Berlin, Jerman

    Pertemuan Sherpa G20 ke-5 telah berlangsung dari tanggal 9 s.d. 10 November 2017 di Berlin, Jerman. Pertemuan ini bertujuan untuk memperoleh arah dan prioritas G20 di bawah Presidensi Argentina, secara khusus di jalur Sherpa. Delri juga menyampaikan intervensi Indonesia terhadap isu-isu jalur Sherpa. Pertemuan kali ini dihadiri oleh Seluruh Sherpa dan Wakil Sherpa negara anggota G20 (Argentina, Australia, Brazil, Kanada, Tiongkok, Prancis, Jerman, Indonesia, Italia, Jepang, Meksiko, Korea Selatan, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Turki, Britania Raya, dan Amerika Serikat serta Uni Eropa), negara-negara undangan, serta sejumlah Organisasi Internasional seperti Bank Dunia, IMF, OECD, PBB, FSB, ECB, ILO, dan UNIDO.

     Pembahasan dalam pertemuan kali ini mencakup tema perdagangan, anti terorisme, anti korupsi, digitalisasi, migrasi, iklim dan energi, Global Forum on Steel Excess Capacity (GFSEC), Main Outcomes of Finance Track termasuk Compact with Africa (CwA), G20 Governance, We-Fi/Business Women Leaders Task Force (BWLTF), Kesehatan, serta Handover to Argentina.

    Dari pemaparan yang disampaikan oleh Sherpa Argentina, sejumlah agenda prioritas G20 yang akan diusung oleh Presidensi Argentina dipandang cukup sejalan dengan isu-isu yang menjadi concern Indonesia, antara lain pertanian, ketenaga-kerjaan, dan digitalisasi.

    Pada pertemuan ini, Delri dipimpin oleh Direktur Pembangunan, Ekonomi dan Lingkungan Hidup Kementerian Luar Negeri selaku Sous Sherpa G20 dan didampingi perwakilan dari Kemenko Perekonomian, Kementerian Luar Negeri, BI, serta Badan Kebijakan Fiskal dari Kementerian Keuangan.


Monitoring dan Evaluasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Utara

 

 

     Kemenko Perekonomian telah melakukan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (MONEV) untuk Agenda Pemberdayaan Perempuan dalam Ekonomi ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Utara di Manado. Monitoring dan Evaluasi dilaksanakan dengan tujuan untuk melihat serta mendapatkan informasi mengenai seberapa banyak Indonesia telah melakukan komitmen yang telah dideklarasikan pada Konferensi Tingkat Tinggi G20. Monitoring dan Evaluasi ini juga sekaligus memberikan informasi mengenai Komitmen Pemimpin Indonesia dalam G20.

    Kegiatan diawali oleh paparan Asdep KSE Multilateral dan Pembiayaan yang memberikan paparan mengenai hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Jerman yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi singkat mengenai pemberdayaan perempuan dalam ekonomi di Provinsi Sulawesi Utara. Beberapa hal yang mengemuka selama diskusi antara lain:

  • Kepala UPTD Pengembangan Produktivitas Disnakertrans Provinsi Sulawesi Utara menyatakan bahwa di Provinsi Sulawesi Utara pelatihan calon tenaga kerja antara lain berupa pelatihan sekretaris, wirausaha, bahasa, welding, jahit, salon, otomotif, serta pelatihan pertukangan.
  • Jenis pelatihan wirausaha di Sulut sebagian besar didominasi oleh perempuan. Persentase perempuan dalam pelatihan wirausaha ini mencapai kurang lebih 70% dari total jumlah peserta yang mengikuti pelatihan.
  • Untuk sementara ini, sudah ada program pemagangan yang dilakukan oleh Disnaker Sulawesi Utara untuk pelatihan jenis bahasa, yaitu ke Jepang. Melalui Program magang ini peserta juga mendapatkan pembayaran atas pekerjaan yang dilakukan. Peserta yang ikut program ini seluruhnya berjenis kelamin laki-laki.
  • Beasiswa bahasa juga diberikan oleh Disnaker Pemprov Sulut, yaitu beasiswa ke Tiongkok. Program ini juga diadakan untuk mempelajari potensi ekonomi Tiongkok. Hingga saat ini, Disnakertrans Pemprov Sulut baru dapat membiayai 50 orang karena terkendala dana.
  • Terkait masalah digital economy, saat ini angkutan umum berbasis sharing economy  seperti GO-JEK, UBER, dan GRAB telah masuk ke kota Manado. Pemprov mengakui perlunya adaptasi yang cepat dalam menganggapi perkembangan ini.
  • Diakui bahwa keterlibatan perempuan dalam tenaga kerja di Provinsi Sulut, khususnya kota Manado, tidak lepas dari kultur masyarakat yang egalite.

Indonesia Terus Mengambil Manfaat dari Keanggotaannya di G20

     Kementerian Perekonomian bekerja sama dengan Departemen Hubungan Internasional Universitas Indonesia menyelenggarakan Seminar Diplomasi Ekonomi Indonesia: Partisipasi Indonesia dalam Forum G20 dan Hasil KTT G20 tahun 2017. Acara ini diselenggarakan pada tanggal 12 September 2017 di Aula Terapung Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia dan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman publik mengenai manfaat keanggotaan Indonesia pada G20. Acara yang dihadiri oleh perwakilan Kementerian dan Lembaga, akademisi, mahasiswa dan masyarakat umum ini juga diisi dengan sesi entertainment oleh trio vokal Trisouls dan kuis berhadiah modem dan smartphone dari Bolt!.

     Seminar ini terdiri dari 2 (dua) sesi, dimana Sesi I menghadirkan sejumlah panelis dari kalangan Pemerintah dan akademisi, yakni Sherpa G20 Indonesia / Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Rizal Affandi Lukman, Deputy Finance G20 Indonesia/Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Makro Ekonomi dan Keuangan Internasional Rionald Silaban, Mantan Kepala BKPM dan Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar, Duta Besar Senior Makarim Wibisono dan Ketua Program Pascasarjana Hubungan Internasional Universitas Indonesia Makmur Keliat. Adapun Sesi II diperuntukan kepada sejumlah perwakilan Indonesia pada pertemuan G20 outreach groups, yakni Prof. Satryo Soemantri B (Science20), Shinta Kamadni (Business20), Maryati Abdullah (Civil20), Zeva Sudana (Youth20), dan Yulius Purwadi (Think20).

   Dalam menjelaskan signifikansi dari G20 bagi Indonesia, Sherpa G20 Indonesia menyampaikan bahwa di forum yang mempertemukan 20 ekonomi terbesar di dunia ini, Indonesia merupakan perwakilan negara berkembang yang turut menentukan kerangka kebijakan perekonomian global. Selain itu, G20 juga menjadi sarana untuk mengekstrapolasikan kepentingan nasional Indonesia.

     Deputy Finance G20 Indonesia Rionald Silaban menambahkan bahwa G20 juga mendorong optimalisasi pendapatan negara dan mempe