Seminar


31 Oktober 2017

SEMINAR “DIPLOMASI EKONOMI INDONESIA: PARTISIPASI INDONESIA DALAM FORUM G20 DAN HASIL KTT G20 TAHUN 2017”

 

         Keasdepan KSE Multilateral dan Pembiayaan, Kemenko Perekonomian bekerja sama dengan Universitas Sam Ratulangi Manado telah mengadakan seminar publik yang mengangkat tema “Diplomasi Ekonomi Indonesia: Partisipasi Indonesia dalam Forum G20 dan Hasil KTT G20 Tahun 2017”. Seminar yang diadakan di Hotel Four Points Manado pada tanggal ... tersebut turut dihadiri oleh sekitar 200 peserta yang antara lain terdiri dari dosen dan mahasiswa sejumlah Universitas di Manado, perwakilan Kementerian dan Lembaga, Kadisnaker Provinsi Sulawesi Utara, serta unsur Pemerintah Daerah dan kalangan swasta.

           

        Para panelis Seminar, yakni Muhsin Syihab (Direktur Pembangunan, Ekonomi, dan Lingkungan Hidup, Kementerian Luar Negeri), Dr. Nella Hendriyetti (Kepala Bidang Multilateral, BKF), Indah Anggoro Putri (Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri, Kementerian Ketenagakerjaan), Prof. Paulus Kindangen (Dosen Universitas Sam Ratulangi), dan Daniel Tumiwa (Anggota Tim Ahli Menkominfo) secara umum sepakat bahwa forum G20 sebagai sarana untuk membahas arah kebijakan ekonomi makro dunia sangat bermanfaat bagi Indonesia. Secara spesifik, panelis juga membahas dua isu yang berkaitan erat dengan kepentingan Indonesia di G20, yakni ekonomi digital dan ketenagakerjaan.

      

       Dalam kaitan itu, panelis berpandangan bahwa Indonesia memiliki arah kepentingan yang cenderung berbeda dalam menyikapi perkembangan teknologi digital dan dampaknya ke dunia kerja. Hal ini dikarenakan banyaknya jumlah penduduk Indonesia dengan usia produktif, dimana kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah harus mengedepankan upaya untuk memanfaatkan demographic bonus ini dalam konteks digitalisasi. Berbagai model bisnis yang inovatif di Indonesia, seperti Gojek, Traveloka, dan Tokopedia, dipandang telah membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Kondisi tersebut sedikit berbeda dengan posisi negara maju yang cenderung melihat digitalisasi dan otomatisasi sebagai ancaman terhadap lapangan kerja masyarakatnya.

       

        Melalui Seminar ini, Asisten Deputi KSE Multilateral dan Pembiayaan, Kemenko Perekonomian serta Asisten Daerah Bidang Ekonomi Provinsi Sulawesi Utara mengharapkan adanya pemahaman publik terhadap mekanisme kerja forum G20 dan makna dari keanggotaan Indonesia di dalamnya. Seminar ini merupakan bagian dari kegiatan outreach Kantor Sherpa G20 Indonesia pada Kemenko Perekonomian untuk menyosialisasikan manfaat partisipasi Indonesia pada forum G20 kepada masyarakat luas.       

 

 

20 Februari 2019

sumber : Kantor Sherpa G20 Indonesia

Kedeputian Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah menyelenggarakan Seminar yang bertemakan “Penguatan Peran Indonesia dalam G20 tahun 2016” pada tanggal 18 Februari 2016, bertempat di Hotel Hilton, Bandung. Seminar diselenggarakan dengan tujuan untuk mendiseminasikan informasi mengenai G20 serta prioritasnya di bawah Presidensi Tiongkok dan manfaat dari keikutsertaan Indonesia dalam forum dimaksud, sekaligus memperoleh masukan dari peserta untuk memperkuat posisi Indonesia pada forum G20 tahun ini.

 

Pemaparan disampaikan dalam dua sesi, yaitu Sesi Finance Track yang disajikan oleh pejabat dari Kementerian Keuangan dan Wakil Dekan I FISIP Universitas Parahyangan, dan Sesi Sherpa Track yang disajikan oleh pejabat dari Kementerian Luar Negeri, Kemenko Perekonomian dan dosen Hubungan Internasional Universitas Padjajaran. Salah satu outreach group, Youth 20 (Y20) yang diwakili oleh Indonesian Youth Diplomacy juga membawakan sesi mengenai partisipasi pemuda dalam forum G20.


Seminar dihadiri oleh 220 peserta dari berbagai Kementerian/Lembaga dan universitas-universitas di Bandung dan ditutup dengan kompetisi debat bahasa Inggris yang mengambil tema “Peningkatan Kapasitas Pemuda sebagai Motor Pembangunan dalam G20”.