Sherpa


       Sebelum dilaksanakannya KTT G20, Presidensi Argentina akan mengadakan 60 pertemuan WG, 11 pertemuan jalur keuangan, 41 pertemuan jalur Sherpa; dan 7 pertemuan engagement groups. Presidensi Argentina ini mengangkat tema “Building Consensus for Fair and Sustainable Development. Beberapa isu yang menjadi prioritas utama G20 Argentina diantaranya yaitu Future of Work, Infrastructure For Development, dan Food Production in Global Value Chain. Pertemuan Sherpa membahas beberapa isu, diantaranya:

World Economy and Overview of Finance Track

Prioritas Presidensi pada finance track mencakup future of work dan infrastructure for development.

Pada sesi ini, terdapat beberapa usulan pembahasan yang mengemuka, diantaranya: reformasi struktural dan keuangan, pendanaan terorisme, green finance, disaster resilience infrastructure, serta outreach kepada organisasi internasional  untuk kerjasama infrastruktur. Khusus terkait disaster resilience infrastructure, India mengusulkan pembentukan working group baru dan menyatakan kesanggupannya untuk memimpin.

Employment, Education and Digital Economy

Prioritas agenda ketenagakerjaan antara lain: peningkatan keterampilan dan lifelong learning, formalisasi tenaga kerja dan pekerjaan yang layak, dan penguatan jaminan social, termasuk di sektor non-standards form of employment.

Fokus utama agenda pendidikan diantaranya: menyesuaikan kurikulum pendidikan agar mencakup keterampilan mengajar dan belajar yang sesuai dengan kebutuhan masa depan, dan mekanisme pendanaan untuk pendidikan. Sementara itu, agenda ekonomi digital akan difokuskan pada 5 (lima) isu utama: digital government, digital infrastructure for development, industry 4.0, entrepreneurs & SMEs serta skills for the future.

Mayoritas anggota G20 mengangkat pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan yang lebih fleksibel dan inklusif; peningkatan kemampuan digital khususnya bagi perempuan dan vulnerable groups, dan pendekatan konteks lokal dalam merancang rekomendasi.

Energy and Climate Change

Agenda energi:

  • Diskusi meliputi usulan penggunaan trade measures sebagai salah satu instrumen mitigasi, serta mengkaitkan isu perubahan iklim dengan infrastruktur.
  • Mayoritas anggota G20 sepakat agar G20 mendukung secara bulat implementasi dari Paris Agreement serta mengupayakan dukungan finansial bagi pelaksanaan NDCs.
  • Terdapat usulan pembentukan disaster resilience infrastructure working group oleh India, serta usulan AS agar pembahasan climate finance tidak bertentangan dengan fossil fuel.

Agenda perubahan iklim:

  • Akan difokuskan pada upaya transisi energi kepada energi yang lebih bersih dan sistem energi internasional yang fleksibel dan transparan, khususnya terkait transparansi data dan market digitalisation, serta upaya untuk mengurangi subsidi bahan bakar fosil.
  • Diskusi menekankan pada pentingnya sharing of best practices dan kerjasama proyek pembangunan teknologi energi bersih dengan organisasi internasional, koordinasi erat antara Energy Transition WG dan Climate WG dalam menyusun progress report on Hamburg  Climate and Energy Action Plan, serta fossil fuel subsidy peer review (FFSR) yang perlu dipertahankan dan bersifat sukarela.

Agriculture, Trade and Investment

  • Fokus pembahasan agenda pertanian antara lain sustainable agriculture – terutama terkait pengelolaan lahan untuk pertanian – serta pendidikan mengenai hal tersebut bagi masyarakat (termasuk petani), dan pemanfaatan teknologi untuk pertanian.
  • Mayoritas negara G20 mengusulkan agar dibahas juga isu food loss and waste, progress atas action plan on food and water security, serta penguatan agricultural market information system (AMIS).
  • Pada agenda trade and investment, Presidensi mengangkat aspek pemanfaatan sistem teknologi untuk penyertaan hasil dan produk pertanian ke dalam global value chains (GVCs). Selain itu, mayoritas anggota G20 juga menyesalkan kegagalan MC-IX WTO dalam mencapai konsensus terhadap isu-isu yang menjadi pokok bahasan perdagangan internasional, seperti fisheries subsidy dan Doha Development Agenda.

Development

  • Tiga prioritas dibawah agenda ini: early childhood investment, inclusive business  dan sustainable habitat.
  • Terdapat usulan Turki yang didukung pula oleh UE mengenai penanganan anak-anak pengungsi menyangkut prioritas early childhood investment. Selain itu, AS meminta negara berkembang untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi masuknya investasi untuk sektor infrastruktur yang dapat berdampak pada pembangunan. Negara anggota G20 juga memandang penting komitmen terhadap implementasi SDGs.

Anti Corruption, Health

  • Dua prioritas utama agenda anti-korupsi: meningkatkan integritas State Owned Enterprises (SOEs), dan pencegahan serta pengelolaan konflik kepentingan.
  • Negara anggota G20 mengemukakan bahwa isu integritas perlu dibahas secara luas, termasuk pada semua entitas bisnis. Usulan lain yang mengemuka antara lain pentingnya penekanan pada public procurement dalam isu transparansi data, mendorong keterlibatan  khususnya B20 dan C20 dalam pembahasan di tingkat ACWG, dorongan untuk ratifikasi konvensi anti-suap OECD, serta usulan proposal anti korupsi sektor olahraga oleh Jerman.
  • Sementara itu, agenda kesehatan akan difokuskan pada  tiga isu, yaitu: penguatan sistem kesehatan khususnya melalui universal health care (UHC),  anti microbial resistance (AMR), serta malnutrisi dan obesitas pada anak. AS secara khusus juga menyampaikan reservasi terhadap pembahasan isu kesehatan secara rutin dalam G20.

            Sherpa G20 Indonesia saat ini adalah Dr. Rizal Affandi Lukman yang juga menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.