Diplomasi Ekonomi Indonesia: Partisipasi Indonesia dalam Forum G20 dan Hasil KTT G20 Tahun 2017

Diplomasi Ekonomi Indonesia: Partisipasi Indonesia dalam Forum G20 dan Hasil KTT G20 Tahun 2017

Keasdepan KSE Multilateral dan Pembiayaan, Kemenko Perekonomian bekerja sama dengan Universitas Sam Ratulangi Manado telah mengadakan seminar publik yang mengangkat tema “Diplomasi Ekonomi Indonesia: Partisipasi Indonesia dalam Forum G20 dan Hasil KTT G20 Tahun 2017”. Seminar yang diadakan di Hotel Four Points Manado tersebut turut dihadiri oleh sekitar 200 peserta yang antara lain terdiri dari dosen dan mahasiswa sejumlah Universitas di Manado, perwakilan Kementerian dan Lembaga, Kadisnaker Provinsi Sulawesi Utara, serta unsur Pemerintah Daerah dan kalangan swasta.

           

        Para panelis Seminar, yakni Muhsin Syihab (Direktur Pembangunan, Ekonomi, dan Lingkungan Hidup, Kementerian Luar Negeri), Dr. Nella Hendriyetti (Kepala Bidang Multilateral, BKF), Indah Anggoro Putri (Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri, Kementerian Ketenagakerjaan), Prof. Paulus Kindangen (Dosen Universitas Sam Ratulangi), dan Daniel Tumiwa (Anggota Tim Ahli Menkominfo) secara umum sepakat bahwa forum G20 sebagai sarana untuk membahas arah kebijakan ekonomi makro dunia sangat bermanfaat bagi Indonesia. Secara spesifik, panelis juga membahas dua isu yang berkaitan erat dengan kepentingan Indonesia di G20, yakni ekonomi digital dan ketenagakerjaan.

      

       Dalam kaitan itu, panelis berpandangan bahwa Indonesia memiliki arah kepentingan yang cenderung berbeda dalam menyikapi perkembangan teknologi digital dan dampaknya ke dunia kerja. Hal ini dikarenakan banyaknya jumlah penduduk Indonesia dengan usia produktif, dimana kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah harus mengedepankan upaya untuk memanfaatkan demographic bonus ini dalam konteks digitalisasi. Berbagai model bisnis yang inovatif di Indonesia, seperti Gojek, Traveloka, dan Tokopedia, dipandang telah membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Kondisi tersebut sedikit berbeda dengan posisi negara maju yang cenderung melihat digitalisasi dan otomatisasi sebagai ancaman terhadap lapangan kerja masyarakatnya.

       

        Melalui Seminar ini, Asisten Deputi KSE Multilateral dan Pembiayaan, Kemenko Perekonomian serta Asisten Daerah Bidang Ekonomi Provinsi Sulawesi Utara mengharapkan adanya pemahaman publik terhadap mekanisme kerja forum G20 dan makna dari keanggotaan Indonesia di dalamnya. Seminar ini merupakan bagian dari kegiatan outreach Kantor Sherpa G20 Indonesia pada Kemenko Perekonomian untuk menyosialisasikan manfaat partisipasi Indonesia pada forum G20 kepada masyarakat luas.       

Bagikan Artikel Ini