Pertemuan Sherpa G20 ke-2, Presidensi Argentina 8-9 September 2018, Mendoza

Pertemuan Sherpa G20 ke-2, Presidensi Argentina 8-9 September 2018, Mendoza

     Pertemuan Sherpa G20 kedua pada Presidensi Argentina 2018 dilaksanakan pada tanggal 8-9 September 2018 di Mendoza, Argentina. Delegasi Republik Indonesia (Delri) dipimpin oleh  Direktur Pembangunan, Ekonomi, dan Lingkungan Hidup, Kemenlu yang menggantikan Deputi Bidang Kerja Sama Ekonomi Internasional, didampingi oleh Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Multilateral dan Pembiayaan Kemenko Perekonomian, unsur Kemenko Perekonomian dan dan Kemenlu. Pertemuan dihadiri seluruh anggota G20; negara undangan yaitu Singapura, Belanda, Spanyol, Chile sebagai ketua APEC, Jamaica sebagai ketua CARICOM; senegal sebagai ketua NEPAD serta perwakilan IMF, WBG, OECD, PBB, WTO, ILO, WHO. IDB, dan CAF (Bank Pembangunan Amerika Latin).

     Pertemuan Sherpa ditujukan untuk memberikan updates mengenai ekonomi global dan overview hasil pertemuan finance track; presentasi laporan OECD tentang trend migrasi internasional G20; serta pertukaran pandangan elemen-elemen inti atas draft pertama Leaders’ Communique yang telah disusun oleh Presidensi Argentina. Adapun pertemuan tersebut terdiri dari beberapa sesi, antara lain sesi 1 : World Economy and Overview of Finance Track; Sesi 2: G20 International Migration Trends Report Presentation by OECD; Sesi 3: Exchanges on the First Draft of Leaders’ Communique yang terdiri dari elemen Ketenagakerjaan dan Pendidikan, Ekonomi Digital, Pertanian, Gender, Kesehatan, Keuangan, Anti Korupsi, Pembangunan, dan Energi . Delri juga mengadakan pertemuan dengan Emerging Market Economies (EMEs), Pertemuan bilateral dengan Australia, dan pertemuan dengan MIKTA.

    

     Berdasarkan hasil pertemuan Sherpa, telah teridentifikasi beberapa prioritas usulan elemen untuk teks communique, diantaranya dalam isu yang pertama yaitu Pembangunan dengan usulan elemen blended finance untuk mencapai SDGs, dukungan terhadap peningkatan pembangunan, perdagangan dan industrialisasi di Afrika, dengan outcome dukungan atas inisiatif THK Forum Indonesia dalam upaya pencapaian SDGs, dan dukungan atas upaya diplomasi ekonomi Indonesia di Afrika.  Kedua yaitu isu Ekonomi Digital dengan usulan elemen promosi innovative digital economy business models untuk percepatan pertumbuhan inklusif, dan dukungan atas G20 Repository of Digital Policies, dengan outcome didapatnya dukungan atas inisiatif platform Inclusive Digital Economy Accelerator (IDEA) Hub Indonesia. Ketiga yaitu isu Energi dengan usulan elemen mendorong peer review mengenai penghapusan subsidi bahan bakar fosil yang tidak efektif, dan mendorong kerja sama mengenai isu bio energi termasuk biofuel dalam konteks pencapaian SDGs, dengan outcome hasil peer review Indonesia-Italia sebagai salah satu best practices penghapusan subsidi bahan bakar fosil yang tidak efektif, dan mempromosikan peran biofuel dalam pengentasan kemiskinan. Terakhir yaitu pada isu Counter-Terrorism dengan usulan elemen mendorong aksi implementasi/program konkret atas G20 Leaders Statement on Countering Terrorism 2017, dan outcome dukungan kepemimpinan Indonesia dalam upaya penanggulangan terorisme khususnya dalam konteks Indonesia anggota tidak tetap DK PBB.

     Hal yang diperkirakan akan menjadi perdebatan hingga KTT G20 mendatang adalah reservasi AS terkait rujukan komitmen terhadap MTS dan WTO sebagai pusat aturan perdagangn serta penolakan rujukan climate change dan Paris Agreement dalam communique, namun Sherpa AS telah memberikan solusi yang dapat diterima oleh semua pihak.

Bagikan Artikel Ini